Testimoni dari bapak Dr. Mhd Rafii Ma’arif Tarigan: Bukti Dampak Proofreading untuk Naskah Ilmiah Berindeks

5/5 - (1 vote)

Testimoni dari bapak Dr. Mhd Rafii Ma’arif Tarigan: Bukti Dampak Proofreading untuk Naskah Ilmiah Berindeks

Di dunia publikasi ilmiah, bahasa yang rapi dan presisi sering kali menjadi pembeda antara naskah yang mudah diikuti pembacanya dengan naskah yang menyisakan tanda tanya. Melalui pengalaman nyata seorang peneliti, kita belajar bahwa proses penyuntingan bahasa (proofreading) bukan sekadar koreksi tata bahasa, tetapi juga penajaman kejelasan gagasan.

Testimoni dari bapak Dr. Mhd Rafii Ma’arif Tarigan menunjukkan bagaimana layanan proofreading yang konsisten dapat berdampak positif pada perjalanan publikasi. Beliau menyampaikan terima kasih atas dukungan yang membantu naskahnya terbit dan menumbuhkan semangat berkarya berkelanjutan. Bagi kita, ini menjadi pengingat bahwa perhatian pada detail bahasa dapat membuat argumen ilmiah tersampaikan lebih efektif kepada editor dan pembaca.

Sejak 2021, beliau memanfaatkan layanan proofreading untuk menjaga kualitas naskah. Ini selaras dengan tujuan banyak peneliti: merapikan bahasa, menyelaraskan gaya sitasi, dan memperkecil potensi salah tafsir—terutama saat menargetkan jurnal bereputasi, termasuk yang berindeks dan berkuartil tinggi seperti Q1/Q2 di ekosistem Scopus.

Testimoni Klien

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada jasa Proofreading Scopus Lingua. Alhamdulillah, berkat jasa lingua, naskah saya sudah 4 yang terbit di scopus. Saya sudah menggunakan jasa lingua sejak tahun 2021 sampai sekarang. Saya menjadi lebih semangat untuk berkarya. Terima kasih lingua.

Dari testimoni tersebut, kita bisa menangkap beberapa hal penting. Pertama, konsistensi pemanfaatan proofreading membantu menjaga standar kualitas naskah dari waktu ke waktu. Kedua, hasil penyelarasan bahasa dan struktur memudahkan ide pokok tersampaikan apa adanya—tanpa gangguan kesalahan tipografi, frasa ambigu, atau ketidakseragaman istilah. Ketiga, dukungan yang tepat waktu dapat meningkatkan kepercayaan diri serta motivasi untuk terus berkarya.

Artikel Menarik Wajib di Baca  Proofreading adalah Meningkatkan Kualitas paper sebelum di submit ke Jurnal Scopus
Gambar review klien

Ilustrasi Publikasi Jurnal

Mari membayangkan alur kerja yang kerap kita jalani saat menyiapkan naskah untuk dikirimkan ke jurnal bereputasi. Biasanya kita memulai dengan asesmen awal: memeriksa ketepatan fokus, koherensi argumen, dan pemilihan istilah kunci. Tahap ini diikuti proses penyisiran tata bahasa, tanda baca, dan gaya penulisan agar konsisten dari judul hingga lampiran. Di sinilah proofreading berperan sebagai lapisan kontrol kualitas, memastikan tiap kalimat bekerja jelas dan efisien menyampaikan ide inti penelitian.

Ilustrasi jurnal

Selanjutnya, kita menyelaraskan format rujukan dan gaya selingkung—misalnya penulisan singkatan, format tabel dan gambar, hingga konsistensi notasi serta satuan. Penyesuaian ini penting karena banyak jurnal memiliki pedoman rinci yang, bila diabaikan, dapat menambah siklus revisi. Selain itu, penggunaan catatan perubahan (track changes) memudahkan peneliti meninjau perbaikan secara transparan sehingga keputusan editorial—apakah menerima saran atau mempertahankan frasa asli—tetap berada di tangan penulis.

Ketika masukan dari reviewer tiba, respons yang terstruktur dan sopan, ditopang bahasa yang jernih, akan membantu mempercepat dialog ilmiah. Proofreading pada tahap ini berfokus pada klarifikasi jawaban, menghindari nada defensif, dan meminimalkan miskomunikasi. Walau proofreading tidak menjamin penerimaan, praktik ini meningkatkan keterbacaan dan profesionalisme naskah sehingga kontribusi ilmiah kita lebih mudah diapresiasi.

Kenapa Proofreading Penting?

  • Kejelasan argumen: kalimat ringkas, langsung ke pokok persoalan, dan bebas ambiguitas.
  • Kredibilitas akademik: penulisan yang rapi mencerminkan ketelitian metodologis dan etika ilmiah.
  • Konsistensi gaya: penyelarasan istilah, singkatan, sitasi, serta format tabel/gambar.
  • Efisiensi proses: mengurangi bolak-balik revisi akibat masalah bahasa atau format.
  • Fokus pada substansi: peneliti dapat mencurahkan waktu pada analisis, bukan pada koreksi teknis.
  • Pengalaman pembaca yang lebih baik: reviewer dan editor memahami kontribusi tanpa terhambat kesalahan minor.
Artikel Menarik Wajib di Baca  Proofreading: Memperbaiki Kesalahan Tatabahasa dan Ejaan

Penutup

Testimoni dari bapak Dr. Mhd Rafii Ma’arif Tarigan memberi gambaran nyata bagaimana perhatian pada detail bahasa mampu membantu perjalanan publikasi. Dengan naskah yang lebih rapi, konsisten, dan mudah dipahami, kita memperbesar peluang naskah dinilai dari kualitas substansi ilmiahnya. Bagi banyak peneliti, ini berarti proses komunikasi keilmuan menjadi lebih lancar dan terarah.

Jika kita tengah menyiapkan naskah untuk jurnal bereputasi—termasuk target kuartil tinggi—pertimbangkan untuk menambahkan lapisan kontrol kualitas melalui proofreading. Mari berdiskusi tentang kebutuhan naskah kita, gaya sitasi yang disyaratkan, dan tenggat yang ingin dikejar. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan terukur, kita dapat menghadirkan naskah yang siap bersaing di ranah publikasi ilmiah.

Leave a Comment