Testimoni dari bapak Agustinus Wiraatmadja: Perjalanan Naskah hingga Terbit di Acta Medica Indonesiana Q2
Kita semua tahu bahwa publikasi ilmiah menuntut ketelitian bahasa, struktur, dan kepatuhan gaya selingkung. Saat setiap detail dijaga, pesan riset tersampaikan lebih jelas, dan proses editorial terasa lebih terarah. Itu pula yang tercermin dari pengalaman klien kita, bapak Agustinus Wiraatmadja.
Beliau berbagi kabar baik: naskah timnya berhasil terbit di Acta Medica Indonesiana (Q2). Di balik capaian tersebut, ada proses penyuntingan bahasa yang rapi dan tepat waktu agar isi riset tampil jernih, konsisten, dan sesuai kaidah akademik.
Melalui cerita singkat ini, kita merangkum bagaimana kolaborasi yang solid—dengan komunikasi yang cepat, catatan revisi yang jelas, dan fokus pada kejelasan argumen—membantu naskah berkembang dari draf siap submit menjadi artikel yang siap dibaca komunitas ilmiah.
Testimoni Klien
“Terima kasih Good Lingua Proofreading, paper kami berhasil published di jurnal Acta Medica Indonesiana Q2. Jasa proofreadingnya bagus, mendetail dan cepat kerjanya ????“
Kita mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh bapak Agustinus Wiraatmadja. Inti dari kerja kita adalah membantu penulis menyampaikan gagasan secara jernih, tanpa mengubah substansi ilmiah. Dalam proyek ini, fokus utama adalah memperbaiki kejelasan kalimat, memastikan konsistensi istilah medis, serta menyelaraskan gaya bahasa dengan pedoman jurnal.
Beberapa penyesuaian yang kita lakukan mencakup: penataan ulang frase yang berpotensi ambigu, penyelarasan tense pada bagian metode dan hasil, pemangkasan repetisi, serta perbaikan transisi antarparagraf agar alur argumen mengalir dari latar belakang hingga kesimpulan. Kita juga memberi komentar editorial yang spesifik—misalnya di bagian diskusi—untuk mengajak penulis menajamkan interpretasi tanpa menambahkan klaim baru.
Dari sisi proses, komunikasi dibuat ringkas dan terukur. Kita menyusun ringkasan perubahan di awal dokumen, memberi tanda di setiap bagian yang krusial, dan menandai area yang memerlukan konfirmasi penulis. Dengan begitu, putaran revisi berjalan efisien, dan tim penulis dapat mengalokasikan waktu lebih banyak pada penyempurnaan isi ilmiah.

Kita memahami bahwa setiap naskah membawa karakter berbeda. Pada naskah ini, terminologi klinis dan statistik menjadi perhatian khusus. Kita menyamakan penulisan singkatan sesuai kemunculan pertama, memastikan konsistensi penggunaan istilah (misalnya, memilih satu padanan bahasa untuk istilah yang sama), serta menyesuaikan gaya sitasi dan referensi sesuai panduan jurnal.
Kecepatan pengerjaan juga menjadi faktor penting, terutama saat tenggat submit mendekat. Kita menjaga keseimbangan antara ketelitian dan ketepatan waktu, sehingga penulis tetap punya ruang untuk membaca ulang, memeriksa data pendukung, dan menyiapkan surat pengantar ke editor.
Hasil akhirnya adalah naskah yang lebih rapi, jelas, dan nyaman dibaca. Ketika setiap kalimat memikul pesan yang tepat, editor dan reviewer dapat memahami kontribusi riset dengan lebih cepat. Selebihnya, proses editorial berjalan sesuai penilaian jurnal—dan kabar baik pun datang ketika artikel dinyatakan terbit.
Ilustrasi Publikasi Jurnal
Dalam penerbitan artikel medis, kerapian presentasi memengaruhi bagaimana editor menilai kesiapan naskah untuk masuk ke tahap telaah sejawat. Dokumen yang terstruktur baik—mulai dari abstrak yang ringkas, metode yang jelas, hingga diskusi yang berimbang—membantu reviewer menelusuri temuan tanpa hambatan bahasa.

Proses idealnya berjalan seperti ini: penulis memastikan keutuhan data, kita menyelaraskan bahasa dan format sesuai pedoman, lalu penulis melakukan final check sebelum submit. Setelah itu, jika ada komentar reviewer, penulis menyiapkan response letter yang sistematis. Bahasa yang rapi membuat respons lebih fokus pada substansi, sehingga dialog ilmiah berlangsung lebih efisien.
Setiap jurnal memiliki preferensi kecil yang tidak selalu tertulis lengkap, seperti preferensi singkatan, batasan panjang paragraf, atau gaya tabel. Di sinilah peran proofreading menambah nilai: mengurangi potensi kendala editorial di awal, dan membantu naskah tampil konsisten dari judul hingga daftar pustaka.
Kenapa Proofreading Penting?
- Kejelasan argumen: bahasa yang lugas membantu pembaca memahami kontribusi riset tanpa kebingungan istilah atau struktur kalimat.
- Koherensi alur: transisi paragraf yang kuat memperlihatkan logika penelitian dari latar belakang, tujuan, metode, hasil, hingga kesimpulan.
- Konsistensi istilah: penggunaan terminologi medis dan singkatan yang seragam meningkatkan kredibilitas dan meminimalkan misinterpretasi.
- Kepatuhan gaya selingkung: format sitasi, penomoran tabel/gambar, dan struktur judul bagian disesuaikan dengan panduan jurnal.
- Efisiensi revisi: komentar yang spesifik dan daftar perubahan mempersingkat waktu bolak-balik antara penulis dan editor.
- Profesionalisme naskah: tata bahasa yang bersih dan pilihan diksi yang tepat memberi kesan serius pada editor dan reviewer.
- Minim gangguan baca: kalimat berlebihan dan repetisi dipangkas agar pembaca fokus pada temuan utama.
- Kesiapan dokumen pendukung: abstrak, highlight temuan, dan cover letter diselaraskan agar narasi penelitian konsisten.
Penutup
Kita berterima kasih kepada bapak Agustinus Wiraatmadja atas kepercayaannya. Cerita ini mengingatkan kita bahwa detail kecil—pilihan kata, konsistensi istilah, dan kerapian format—dapat membuat pesan ilmiah tersampaikan lebih kuat. Ketika naskah mudah dipahami, proses editorial pun terasa lebih lancar.
Jika kita sedang menyiapkan manuskrip untuk diajukan, memiliki “mata kedua” yang independen akan membantu melihat celah yang luput dari perhatian. Mari kita diskusikan kebutuhan naskah kita—apakah fokus pada polishing bahasa, penyeragaman referensi, atau penyusunan respons reviewer—agar setiap kalimat bekerja maksimal mendukung kontribusi ilmiah yang ingin kita sampaikan.